#FFRabu — Kapal Selam

Suatu hari, hiduplah Pico—petualang serakah yang pergi mengarungi lautan demi mencari sebuah mutiara ajaib yang dapat mengabulkan tiga permintaannya.

Berhari-hari ia mencari. Menyelam menggunakan kapal dengan teknologi paling canggih abad ini. Peta dan informasi ia kumpulkan. Tapi mutiara itu tidak juga berhasil ditemukan.

Pico sudah hampir menyerah saat akhirnya ia menemukan mutiara itu di laut selatan, di antara kaki monster laut menyeramkan. Iapun bertarung sengit. Pico mengeluarkan jurus yang ia pelajari dari gurunya.

Tapi nihil. Pico tetap kalah. Kapalnya habis di serang. Dipotong menjadi dua.

Tak!

“Tamat…”

Aldo menghela nafasnya, “Sekarang aku udah boleh makan Pempeknya, kan sayang?”

*****

Iklan

3 thoughts on “#FFRabu — Kapal Selam

  1. Ini keren! Meski singkat (namanya juga 100 kata) tapi aku dapat dua gambaran dalam cerita ini. Semula aku bayangkan seorang Ibu yang sedang mendongengi anaknya. Setelah cerita berakhir, aku ‘terpaksa’ merekonstruksi imaji menjadi cerita seorang lelaki yang ‘dipaksa’ mendongeng oleh pacarnya.

    Bagus! 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s