Cahaya itu… — #FF2in1 (Sesi 2) Flashlight — Jessie J.

Aku merasa semuanya hampa sekarang. Tidak ada suara. Tidak ada cahaya. Semuanya gelap. Hidupku gelap.

Waktu seperti lelucon bagi mereka yang berharap banyak. Ketika ditunggu, ia akan berjalan dengan gerakan lambat. Tidak memberiku apa-apa, dan membuatku kecewa. Tapi ketika aku lupa padanya, maka ia akan memperlihatkan kemampuannya merusak hidup manusia. Mengacaukan suasana dengan satu gerakan cepat.

Bingung? Aku juga. Aku kesal pada waktu, itu kenapa aku ngelantur.

Tadi, aku baru saja di telepon Bima, pacarku. Kami bertengkar hebat. Ini pertama kalinya kami marahan karena Bima ketahuan jalan dengan sahabatku kemarin lusa. Aku kesakitan, merasa ditipu dua kali oleh dua orang kepercayaan. Aku menangis dan melempar ponselku ke pojok kamar hingga hancur berkeping-keping.

Dan itulah saat di mana semuanya bermula…

Aku kehilangan kendali diriku. Aku merasa semuanya gelap sekarang. Aku tidak bisa melihat jalan yang benar. Aku panik.

Cepat, aku langsung meraba-raba mejaku. Mengobrak-abrik semua benda yang ada di sana hanya demi menemukan barang itu. Satu-satunya barang yang bisa aku pakai di saat-saat seperti ini. Yang mampu mengembalikan cahaya hidupku…

SENTER.

“Si abang lupa beli token listrik lagi, deh, pasti.” Gumamku lelah sendiri, lalu bergerak mencari lilin dan api.

Lampu sialan!

*****

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program # FF2in1 dari
http://www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @Nulisbuku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s