Boneka Susan — Prompt #84

Kau sedang di dalam mobil saat seseorang mengetuk jendela. Entah ia lelaki atau perempuan, tubuhnya di tutupi kain lusuh yang baunya menyengat. Orang itu memajukan tangannya, memintamu agar mau membeli boneka miliknya.

“Saya ini pengrajin boneka. Masa iya saya beli boneka jelek anda. Pergi sana!” Kau mengusirnya jauh-jauh agar mobilmu bisa segera keluar dari parkiran. Tapi itu tidak berhasil. Orang tadi tetap memaksamu agar mau membeli bonekanya. Berapa saja boleh. Untuk saya makan, katanya. Kau menyerah dan memberikan selembar duapuluh ribuan padanya yang langsung menciumi punggung tanganmu penuh haru.

“Namanya Susan. Bapak pasti kenal.” Katanya lagi sebelum pergi meninggalkanmu yang mengerutkan dahi.

Pandanganmu lalu beralih pada boneka anak perempuan yang tidak kalah lusuh dari si pengemis. Baju birunya seperti habis dikoyak seseorang. Rambutnya berantakan dan pitak sebelah. Bulu kudukmu merinding. Pengemis itu benar, kau seperti mengenal boneka ini. Tapi di mana?

Tiba-tiba saja kau teringat sesuatu.

“Tidak mungkin. Ini hanya kebetulan.” Kau terdengar seperti sedang meyakinkan dirimu sendiri. Wajahmu pucat. Boneka itu terlihat seperti sedang mengejekmu. Tanpa aba-aba lagi kau lempar boneka itu keluar jendela, menginjak dalam-dalam pedal gas sambil terus berkata, itu bukan dia.

*****

“Om boneka, mau main?”

Suara gadis kecil itu begitu indah di telingamu. Sosoknya yang mungil terlihat begitu menggemaskan dibalut gaun tipis berwarna biru. Ia masih lima tahun. Namun sosoknya sudah sangat menarik—bukan hanya bagi matamu—tapi juga gairahmu.

Tidak ada yang tahu soal ini, tapi kau adalah lelaki dewasa yang otaknya sakit. Kau girang luar biasa saat kakak perempuanmu datang menitipkan Susan. Suaminya sedang ada di rumah sakit. Keadaannya parah. Ia tidak mungkin membawa anaknya ke sana karena takut kena tular.

“Aku ambil Susan besok pagi. Tidak apa-apa, kan?”

Kau sama sekali tidak keberatan. Ini untungnya menjadi pengrajin boneka, semua anak akan mengganggapmu luar biasa. Begitu juga dengan Susan. Kau memberinya sebuah boneka yang mirip dengannya, lengkap dengan gaun biru satin yang indah.

“Tapi Susan harus nurut dulu sama om. Oke?”

Susan mengangguk bersemangat, menurut saja saat kau menuntunnya masuk menuju kamar yang pintunya kau kunci rapat-rapat.

*****

Malam ini kau kembali mimpi buruk.

Dalam mimpi itu, kau melihat boneka susan berjalan tertatih-tatih ke arahmu. Keadaannya lebih buruk, tanda merah seperti bekas cambukan terlihat di sekujur tubuhnya yang tidak mengenakan apapun. Bibir boneka itu bergerak-gerak, memanggil-manggil namamu sambil terus merintih kesakitan.

“Sakit, om… sakit… ” begitu terus hingga tiba-tiba cahaya menyilaukan keluar dari mulutnya yang terbuka. Matanya membelak hingga memutih dan ia berteriak nyaring sekali sebelum akhirnya tertawa dan menyerangmu dengan botol susu…

Kau bangun dengan tubuh berkeringat. Mimpi itu terasa begitu nyata.

Kini kau ingat dimana kau melihat boneka itu. Atau baju biru yang terkoyak itu. Atau rambut pitaknya. Kau melihatnya pada tubuh Susan, sesaat setelah kau melampiaskan hasrat binatangmu padanya.

Dan kaupun menangis ketakutan saat menemukan boneka yang kau buang itu ada tepat di hadapanmu, duduk di atas sofa dengan tubuh hancur terkoyak. Matanya yang hitam memandangmu marah. Sepasang mata yang kau kenal betul milik Susan—keponakan yang mati kau perkosa, setahun yang lalu.

*****

Iklan

8 thoughts on “Boneka Susan — Prompt #84

    • Serem karena si Boneka merefleksikan keadaan si Susan setelah pemerkosaan itu (badan merah-merah, ada pitak di kepalannya. Aku mikir si tokoh ‘kamu’ nya itu sadomasokis juga hehe)

      Nah kalau itu… aku enggak kepikiran. Hehehe… mungkin ketahuan tapi dia lolos dari kejaran polisi karena pergi ke luar kota, ganti nama, ganti rumah, ganti baju. ((Loh kok mungkin sih, yu -.-))

      Bingung ya? Hehehe maaf ya, si Ayu memang begitu. 😄

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s