Sepenggal Cerita di Minggu Sore #NulisRandom2015

Aku bosan.

Kemana teman-teman? Mereka hilang.

Kamu yang hilang.

Kenapa pria ini berubah? Nada suaranya jadi dingin. Seolah enggan berbicara padaku. Seminggu penuh aku telepon, baru kali ini ia bisa angkat, dan dengan terpaksa. Ada apa dengan semua orang?

Aku sibuk. Semua orang sibuk.

Pria ini menutup telepon setelah mengatakan hal tersebut. Kemudian hening. Hanya ada suara angin dan isak yang baru aku sadari ternyata datang dari diri sendiri.

Kalian, yang tidak sengaja datang ke sini, apa pernah seperti ini? Merasa kehilangan orang-orang yang dulu sangat dekat denganmu, tertawa bersamamu? Dulu kau merasa sangat dibutuhkan. Kau di kelilingi banyak orang, sampai akhirnya mereka menjauh, satu persatu. Atau.. apa benar aku yang menjauh?

Mereka tidak pernah pergi, tapi kamu yang bersembunyi. Coba bilang kapan terakhir kali kamu mau diajak pergi? Bukan salahku atau salah teman-temanmu jika mereka menjauh.

Dijauhi orang-orang, aku masih bisa tahan. Tapi pria ini?

“Jangan marah..” suaraku parau. Dari siang aku menangis.

Aku sibuk. Kita bicara lagi nanti.

Dia menutupnya lagi. Bahkan sebelum aku mengucapkan kata maaf. Sungguh aku ingin minta maaf. Pria ini duniaku. Pusat dari segala mimpiku. Aku tidak ingin dia marah, atau pergi, atau mulai tidak perduli. Aku tidak ingin ia menjadi dingin.

Tapi dia tidak menjawab. Mungkin benar-benar sibuk. Atau mungkin teleponnya mati. Aku tidak tahu, aku tidak mau tahu.

Sekelebat bayangan melintas dikepala. Mereka yang pergi biasanya punya teman yang lain. Itu kenapa mereka pergi, karena mereka menemukan seseorang yang lebih baik untuk dijadikan teman. Bagaimana jika itu juga yang terjadi pada priaku? Bagaimana jika ia bertemu wanita yang jauh lebih baik dariku?

Aku bergidik ngeri. Air mataku turun lagi. Membayangkan pria itu merangkul wanita lain, tersenyum dan memperhatikannya membuatku ketakutan.

Mungkin ia benar. Aku yang menjauh, aku yang membuat semua orang pergi. Aku menangis, lagi.

Aku ingin aku yang dulu kembali, Tuhan. Aku ingin diriku yang lama kembali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s