#Prompt80 : Ratu Sesungguhnya.

Semuanya, panggil aku Ratu.

Tidak, itu memang namaku. Ratu. Aku percaya nama bisa merefleksikan hidup dan sifat pemiliknya. Begitupun denganku. Aku cantik, anggun, dan sangat terhormat. Kehidupanku juga serba mewah. Makananku mewah, tempat tidurku mewah, fasilitas yang disediakan untukku mewah, semuanya mewah. Dan berita bagusnya adalah, aku mendapatkan itu semua secara percuma.

Dimaslah orang yang membuatku merasa seperti itu. Semenjak tinggal dirumahnya, aku merasa hidupku sempurna. Di sini aku dilayani setiap hari. Jika aku ingin makan, mereka akan menyiapkannya dengan segera. Jika aku ingin dimanjakan, maka mereka akan membawaku ke salon yang super mahal dan bergengsi. Bahkan saat aku buang airpun mereka yang membersihkannya. Mereka mempertemukanku dengan tujuanku dilahirkan di dunia. Membuatku akhirnya sadar memang seperti inilah kehidupanku seharusnya. Diperlakukan seperti seorang ratu yang dicintai rakyatnya.

Di negeri ini, minoritas jarang sekali didengarkan. Bahkan mungkin malah dipandang sebelah mata. Tapi aku tidak. Meskipun aku ini minoritas, bertubuh kecil dan terlihat paling lemah di antara yang lain, kenyataannya justru akulah yang paling berkuasa. Tidak ada yang sanggup membantah perkataan Ratu. Itu hukumnya.

“Sayang, ini bill salon Ratu, ya?” itu suara Ambar. Wanita berambut pendek yang mengaku sebagai calon istri Dimas itu memperlihatkan selembar kertas putih di udara.

Dimas yang tadinya sedang tidur-tiduran di karpet bersamaku langsung bangun dan duduk di sebelah Ambar.

“Iya, baru tadi pagi aku bawa Ratu ke sana.” katanya lalu memeluk Ambar. Ugh, aku benci wanita itu. Bukan hanya karena Dimas sering lupa denganku setiap kali ia ada di rumah. Tapi juga karena Ambar membenciku.

Setiap kali aku mendekatinya, ia akan pergi menjauh. Dia juga sering sinis dan iri padaku. Terbukti setiap kali Dimas main denganku, ia selalu datang dan mengambil alih perhatiannya. Atau saat Dimas akan membelikan aku baju atau aksesoris baru, Ambar akan dengan bijaknya bilang bahwa mungkin saja aku tidak butuh hal-hal tersebut.

Jika ini adalah sebuah sistem pemerintahan, aku yakin Ambar adalah pemberontaknya. Ambar jelas ingin meruntuhkan otoritasku sebagai yang paling berkuasa di sini. Sebagai calon istri, jelas ia ingin menjadi satu-satunya perempuan yang bisa menguasai Dimas. Dan aku sangat tidak menyukainya.

“Serius kamu? Astaga, Dimas. Ini bahkan lebih mahal dari harga perawatan salon aku,” Ambar menjerit.

Oh, plis, biasa aja, deh. Dimas saja enggak pernah ngeluh. Kamu malah ribet. Lagipula aku ini ke salon setiap tiga bulan sekali. Enggak kayak kamu yang setiap bulannya minta dibayarin.

“Dan itu.. itu kotak pasir, kan?” Ambar menunjuk kotak merah di pojok ruangan.

“Iya.” Dimas mengangguk,

“Di ruang tamu?”

“Ratu lebih senang kalau disimpan di situ, sayang.”

Ambar memberikan tatapan tidak percaya, “Kamu yakin ini enggak berlebihan? Yang majikan itu kamu, loh. Bukan dia,”

Dimas menggaruk belakang lehernya. Wajahnya jelas mengeluarkan ekspresi iya juga sih, ya padaku. Ini gawat. Ia tidak boleh menuruti perkataan Ambar. Uh, wanita itu! Akan aku tunjukan padanya bahwa aku masih bisa berkuasa.

Dengan gerakan anggun aku melompat ke atas pangkuan Dimas lalu mengusap-usapkan kepalaku ke perutnya. Mataku yang membulat menatap lurus matanya.

“Miawww..”

Dimas mengelus-elus bulu putihku sambil tersenyum, “Enggak apa-apa deh, yang. Aku rela kok.” suaranya melembut. Tampak luluh dengan aksiku. Sedangkan Ambar malah menatapku dengan tatapan sinis. Aku tersenyum.

See? Aku akan selalu menjadi Ratu, Ambar. Selalu. Bahkan untuk majikanku sendiri.

*****

Iklan

2 thoughts on “#Prompt80 : Ratu Sesungguhnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s