Surat Terbuka Untuk Kaisar #NulisRandom2015 (Day 7)

image

Yang terhormat, bapak Kaisar di tempat.

Apa kabar, pak? Baik? Alhamdulillah. Saya bersyukur kalau bapak sehat. Buat saya kesehatan bapak itu nomor satu. Saya, kan, orangnya perhatian. Perduli sama kelangsungan hidup bapak. Memangnya bapak, saya enggak makan tiga hari, tiga malam aja kayaknya bapak tenang-tenang aja hidupnya. Pacar macam apa bapak ini?

Tujuan saya mengirimkan surat ini, tidak lain dan tidak bukan, adalah karena saya ingin mengingatkan bapak, bahwasanya, tiga hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 4 Juni 2015, adalah hari jadi kita yang kedua. Saya yakin sekarang bapak pasti sedang nepok jidat, atau bapak malah sedang asik duduk dengan perempuan lain? Saya harap bapak tidak melakukan yang kedua. Bapak tidak mau saya kirimi mayat kucing beserta penggalan kepala selingkuhan bapak ke rumah, kan? Bijaksanalah.

Sehubung dengan lupanya bapak dengan tanggal istimewa kita, saya ingin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Saya sudah merayakan hari jadi kita di rumah. Ditemani pacar keduamu, Panda. Dia sepertinya suka sekali kue. Anjing enggak akan keracunan, kan, kalau makan kue?

2. Tentang komunikasi, seperti yang bapak tahu, adalah kunci utama keberhasilan dari sebuah hubungan. Terutama bagi mereka yang menjalankan hubungan jarak jauh atau LDR seperti kita ini. Jadi alangkah baiknya jika bapak mulai melirik ponsel dan melihat jutaan pesan yang saya kirim lewat Whatsapp. Jauh lebih baik lagi jika bapak bisa membalasnya juga. Mengucapkan selamat hari jadi atau apapun, terserah. Yang penting dibalas. Mengertilah pak, hati saya senewen tiap kali menunggu balasan. Ngilu hati saya, pak.

3. Berkaitan dengan bulir dua, selain komunikasi, hal penting kedua adalah perasaan saling percaya. Saya percaya bapak di sana sedang belajar, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. Bapak tidak mungkin selingkuh karena benar seperti yang bapak pernah tertawai dulu, kita sama-sama saling terjebak satu sama lain. Kita sama-sama jatuh cinta, itu kalimat gelinya. Jadi saya akan percaya bapak seratus persen, dan begitupun sebaliknya. Tapi, kalau boleh saya menyarankan, mungkin sebaiknya bapak mulai menjauhi teman bapak yang bernama Adinda. Dia jelas naksir dengan bapak dan sedang berusaha menggoda bapak. Ih, saya benci sekali dengan perempuan seperti itu. Jadi, dari pada saya nekat datang ke kota bapak hanya untuk menjambak rambut panjangnya, lebih baik bapak mulai menjauhinya mulai sekarang. Demi kebaikan bersama, bapak. Demi kebaikan bersama.

Tentang bagaimana saya bisa tahu soal Adinda, tidak perlu dipikirkan. Perempuan selalu tahu bagaimana caranya mengintai saat sedang cemburu.

Sekian informasi yang saya ingin sampaikan. Jangan lupa telepon saya nanti malam. Atas perhatian dan kerja sama bapak saya ucapkan terima kasih.

Dari yang paling kamu sayangi,
Aku.

*Kechup* :* {} (itu di sebelah emoticon meluk)

Nb: Sahabat setengah bulemu yang kemarin datang. Dia godain aku. Kalau ketemu gampar aja.

Nb (lagi): Kayaknya tadi pagi aku salah kirim SMS ke mamah kamu. Coba tanya. Bilang aku bercanda. Aku enggak hamil.

*****

Ini sangking enggak tahunya mau nulis apa -_- ini fiksi, ya. Tetep. Hahahahaha XD

Iklan

2 thoughts on “Surat Terbuka Untuk Kaisar #NulisRandom2015 (Day 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s