FF: Orang Ke-Tiga #NulisRandom2015 (Day 6)

Aku sudah mempersiapkan semuanya matang-matang. Peralatan lengkap, waktu juga sudah ditentukan. Semuanya sempurna. Aku tersenyum. Malam ini, aku akan pergi meracuni Jubaidah.

Bukan tanpa alasan aku melakukan ini. Aku marah pada Jubaidah. Aku cemburu padanya! Semenjak ia resmi pindah ke rumah, Andi—suamiku—jadi lebih senang memperhatikannya ketimbang aku. Sebentar-sebentar Jubaidah diajak main, ditemani makan, bahkan dimandikan! Aku, istri sah yang sudah ia nikahi selama tiga tahun ini saja bahkan belum pernah sekalipun dimandikan olehnya. Kan tidak adil!

“Jangan ngambek gitu, ah. Kamu kan sudah dewasa, masa kayak anak kecil gitu kelakuannya.” kata Andi saat aku melakukan mogok makan.

Aku tidak bergeming, “Sudah, pergi saja sana. Makan sama Jubaidah. Aku enggak usah kamu pikirin. Puasa seminggu juga aku masih hidup. Memangnya Jubaidah, manja!” jawabku.

“Kamu itu jelek banget loh dek, kalau lagi ngambek.” Andi malah menertawai wajahku.

“Bodo. Salah sendiri nikahin perempuan jelek! Harusnya dari awal kamu nikah saja sama Jubaidah, bukan sama perempuan hitam dan jelek seperti aku!” Aku membuang muka, melipat tangan di dada dan memunggungi Andi.

Andi kudengar menghela nafas panjang. Ia datang memeluku dari belakang, “Jadi ceritanya masih marah aku mandiin Jubaidah? Kamu mau aku mandiin juga?” tanyanya persis di telingaku. Aku mendengus.

“Makan dulu. Habis itu baru kita mandi. Aku takut kamu masuk angin, sayang.” lanjutnya sambil menciumi tengkuk. Aku menolak.

“Enggak usah, ya! Aku bukan perempuan manja! Pergi sana! Aku benci sama kamu! AKU BENCI!” aku berteriak kencang.

Lima menit kemudian aku temukan diriku yang pasrah ditarik menuju kamar mandi. Kami menghabiskan waktu tiga jam di sana.

Tapi itu belum cukup! Aku puas, sih. Tapi itu tetap saja tidak cukup! Dendamku pada Jubaidah belum terbayarkan. Terlebih, setelah kami berdua selesai, Andi malah  pergi memeluk Jubaidah yang sedang tidur-tiduran di ruang tengah dan tidak jadi menyuapiku makan. Cemburuku belum habis, Jubaidah. Akan aku pastikan kau menyesal pindah ke rumah ini. Pasti.

****

Seperti kata Agus Noor dalam cerpennya yang berjudul Seorang Wanita dan Jus Mangga.

Pisau menjadi lebih berbahaya di tangan wanita yang kau sangka lemah.”

Begitupula seharusnya pisau yang ada di tanganku terlihat, mereka jadi jauh lebih berbahaya. Tapi tidak perlu khawatir, aku tidak membunuh Jubaidah dengan pisauku. Aku tidak serendah itu. Aku biasa membalas dendam dengan cara yang bermartabat. Cara yang lembut, rahasia, tapi tepat sasaran. Seperti apa yang aku lakukan pada Jubaidah kemarin malam.

“Sayang, Jubaidah kenapa ya? Dari semalam dia muntah-muntah terus. Badannya juga kejang-kejang.” Andi mendatangi dapur. Wajahnya panik.

“Jangan-jangan dia keracunan,” terka Andi.

“Mungkin cuman masuk angin, mas.” Aku membalas tanpa sekalipun melirik. Tanganku sibuk mengupas buah apel.

“Masa masuk angin, sih?”

Aku mengangkat wajahku dengan tatapan super tenang. “Iya. Pasti masuk angin.” kataku mencoba meyakinkannya.

“Mau apel, sayang?” tawarku dengan senyum manis.

Andi memberiku tatapan curiga. Alisnya yang bagian kiri naik ke atas, memandangiku dengan tidak percaya.

“Aku mau bawa dia ke rumah sakit dulu.” kata Andi lalu pergi dari dapur. Di ruang tengah ia menyelimuti Jubaidah dengan handuk dan menggendongnya keluar rumah.

Aku mengerang, “Dasar kucing nyebelin!”

*****

Hahahahahahahahaha…

XD

Iklan

2 thoughts on “FF: Orang Ke-Tiga #NulisRandom2015 (Day 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s